Mana juga mengkhawatirkan keadaan Natsu dan Wataru. Ia menghubungi Wataru dan menanyakan keberadaannya. Ia terkejut saat mengetahui Wataru berada dikamarnya. Mana pun menemui Wataru dikamarnya. Ia tersadar bahwa Wataru tahu keberadaan Natsu. Namun Wataru menyangkalnya, “Siapa yang tahu keberadaan Wataru. Aku tidak sengaja meninggalkannya supaya mati.”
Mana langsung berlari sambil menghubungi Shino menanyakan keberadaannya. Sambil mencari, Mana bercerita bahwa saat kecil, mereka bertiga (Wataru, Miki dan Mana) selalu pergi kesana. Tiba-tiba pandangan Mana tertuju ke suatu tempat. Ia melihat sebuah sarung tangan yang terjatuh dan itu hanya sebelah. Miki dan Shino sama-sama teringat, bahwa sarung tangan itu adalah milik Natsu, hadiah ulang tahunnya pemberian Miki.
Mana dan Shino menemukan sebuah gubuk yang terkunci. Mereka langsung membukanya untuk memeriksanya. Sesampainya didalam, mereka menemukan Natsu yang membeku kedinginan. Shino dan Mana saling berpandangan, mereka merasa ada kejanggalan. *Meskipun Mana sudah tahu siapa pelakunya.
Natsu kembali ke penginapan dengan sikap yang biasa, seolah tidak ada apapun yang terjadi. Rinka langsung mengomelinya karena tak kunjung kembali. Natsu beralasan bahwa ia lupa arah dan tertidur di gubuk. Wataru yang melihat kedatangan Natsu, sedikit terkejut karena Natsu tampak baik-baik saja.
Natsu melihat Miki yang sudah kembali dan keadaannya baik-baik saja. Natsu ingin mengutarakan sesuatu namun Miki tak menghiraukannya dan kembali ke kamarnya.
Wajah Natsu yang awalnya senang melihat Miki, langsung berubah murung karena dicampakkan Miki. Mana menyarankan Natsu untuk mandi terlebih dulu dan Natsu menerima sarannya.
Setelah Natsu pergi, Rinka menanyakan apa mereka jadi pulang. Shino membenarkannya dan mengajak yang lain untuk segera bersiap-siap.
Shino menghampiri Natsu yang sedang berkemas untuk kepulangan mereka. Shino mengembalikan ponsel Natsu, “Lihat ini. Kau biasanya tidak pernah meninggalkan ponselmu.” Natsu pun hanya dapat meminta maaf atas itu.
Natsu mencoba berbicara dengan Miki dengan menemui Miki dikamarnya. Belum sempat ia mengucapkan sepatah katapun, Miki langsung menutup pintunya saat tahu bahwa yang datang adalah Natsu.
Rinka menghubungi atasannya. Ia tak dapat terhubung dan hanya meninggalkan pesan, “Aku baru bisa pulang hari ini. dan kemungkinan aku baru bisa mulai bekerja besok. Aku menghubungimu untuk memintamu mengubah jadwalku. Aku akan menghubungimu lagi nanti.”
Rinka nampak tertekan akan pekerjaannya. Namun ia selalu menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya dibalik senyumnya.
Shino menghampiri Mana yang sedang membuat onigiri. Mana memberitahukan bahwa ia membuat onigiri untuk Shino saat diperjalanan. Shino bercanda, bahwa ia pasti sangat lapar nantinya.
Shino mengatakan bahwa Natsu baik-baik saja dan Natsu pun juga bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apapun. Shino menambahkan bahwa jika tidak ada Mana, pasti mereka tidak dapat menemukan Natsu.
Shino melihat ke sekelilingnya. Setelah yakin tidak ada orang, ia berbisik, “Natsu bilang, ia dikunci seseorang. Ia mengatakannya padaku setelah sampai dirumah.”
Ponsel mana berbunyi. Shino langsung pergi, tidak ingin menggangggu privasi Mana. Mana mendapatkan pesan dari Wataru yang mengajaknya bertemu di kebun. Lalu Mana menatap Wataru yang sudah melangkah keluar.
Satsuki sedang mencari udara segar diluar. Ia memeriksa postingannya tentang foto kebersamaan mereka setelah bermain snowboarding. Ia kecewa karena postingannya diabaikan dan tidak ada satu pun komentar.
Bersambung ke Part 2-->
Komentar:
Rinka, orang yang selalu menyembunyikan kepedihannya dengan selalu tersenyum dihadapan orang lain. Ia sebenarnya juga tidak nyaman dengan pekerjaannya. Mungkin pekerjaan itulah yang ia fikir adalah jalan alternatif untuk mencukupi kehidupannya dan untuk memenuhi biaya kuliahnya. Entah kesulitan seperti apa yang ia alami hingga ia melakukan pekerjaan itu. Ia selalu menutup rapat kebenaran itu dari sahabat-sahabatnya.
Dan Wataru. Hemmm... sebenarnya lelah juga membicarakan dia terus. Kali ini Wataru sudah menampakkan sifatnya yang sebenarnya meski baru sekilas. Namun tak lama lagi, ia pasti akan menunjukkan bagaimana sifatnya yang sebenarnya meskipun tidak pada semua orang.