Hamida berkata ia hampir lupa memberikan hadiah untuk Jodha, Jodha tersenyum mendengarnya. semua orng panik ketika melihat hadiah nya, hadiah nya berupa baju hijau. Jodha teringat saat Jalal berkata jika ia menyukai warna hijau. Jodha terdiam, Hamida lalu berkata jika Jalal yg memilihnya.
Shivani mengutarakan keheranannya pd Sukanya, mengapa mertuanya Jodha bs tidak tahu jk Jodha benci warna hijau? sepertinya Maham mendengar ucapan Shivani. Meenawati memecah ketegangan dngan mempersilahkan mereka untuk bersantap. semua orang meninggalkan ruangan. setelah semua orang pergi, Meenawati meminta supaya Jodha menghormati keinginan mertuanya, Jodha mengangguk menyetujui.
Raja Bharmal dan para pangeran Amer menyambut kedatangan mempelai pria, dan mengantar mereka menuju rauangan yg akan mereka tempati. Sharifudin tersenyum licik di belakang mereka.
Maham Anga memandang tajam hadiah dr Nenek. Jodha masuk ke ruangan nya, Jodha bertanya mengapa Maham memanggilnya, apakah jamuan mereka memuaskan? Maham menjawab jk ia telah di jamu dngan baik, ia merasa terkesan, mereka bhkan tahu pakaian yg ia pakai dan memberikannya sbgai hadiah. Maham mengambil baju dr Nenek berkata hadiah pakaian tsb membuatnya teringat pd kenangan buruk. Jodha tidak mengerti maksud dr Maham.
Maham berkata akan menjelaskan pd Jodha, ia mengarahkan baju yg di pegang nya ke api, lalu membuang baju yg terbakar itu ke lantai. Jodha terkejut melihatnya. Maham meletakkan nampan lalu duduk, ia berkata, “aku tdak mengerti tradisi mu, Ratu Jodha. tapi saat pernikahanmu dngan Jalal, aku tahu bgaimana cara mu menghormati hadiah dr kami. apakah ini mengingatkan mu?” Jodha teringat saat ia membakar pakaian dr Jalal dan membuangnya ke lantai, persis yg di lakukan Maham td.
Maham melanjutkan ucapn nya “kau lah yg mengajari ku ini” Maham berdiri melihat wajah marah Jodha “ sepertinya kau marah, aku jg sangat marah saat kau membakar gaun yg di berikan Yang Mulia, aku tak melakukan ini di depan semua orang” Maham menunjuk baju yg sudah terbakar “ tapi aku bs apa? aku adalah perdana menteri kerajaan mughal, ada peraturan dan etika yg harus ku taati."
Jodha jongkok, ia memadam kana pi di pakaian, ia menyentuhkan pakaian itu di keningnya lalu meletakkannya di nampan. Maham memutar mata melihat apa yg Jodha lakukan. Jodha berdiri, dia berkata “Maham Anga, kau lakukan apa yg menurutmu benar, dan aku tak berhak memberitahumu apa yg benar dan salah. aku tidak menyesal kau tidak menghormati keinginan Nenekku, aku sedih karena Nenekku memilih orang yg salah untuk di berikan hadiah ini”
Maham tertawa “kau boleh berfikir sesukamu, Jodha. seperti yg ku lakukan. apa kau ingin ku panggilkan pelayan? dia bs mengantarkanmu ke ruanganmu, aku belajar tradisi ini dr mu. tradi yg mengusir tamu dngan bantuan pelayan” Maham mengusir Jodha “aku sudah sampaikan apa yg ingin ku katakan, sampai jumpa” Maham kemudian berjalan membelakangi Jodha, setelah Jodha pergi, Maham berbalik dan tertawa puas.
Sharifudin sdng bersama calon mertua serta calon suami Sukanya, calon mertua Sukanya bertanya apakah Sharifudin ingat dngan janji nya? Sharifudin pura2 lupa, raja kemudian mengingatkan jk ia akan mendapatkan benteng ratanpur sbgai hadiah pernikahan.
raja teringat ketika Sharifudin menemuinya untuk mengatur pertunangan Sukanya, saat itu raja menolak sebab tidak akan menguntungkan bgi mereka menerima pertunangan ini, sebab Raja Bharmal tidak di sukai raja2 Bangsa Rajput yg lain, dengan licik raja berkata mereka hnya kan setuju jk mereka mendapat keuntungan politik dr pernikahan tsb. Sharifudin kemudian menawarkan benteng ratanpur sbgai hadiah.
kembali ke saat ini, Sharifudin menjawab jk Jalal akan memberikan benteng di hari pernikahan. raja senang mendengarnya. mereka pergi meninggalkan Sharifudin.
Adham yg ternyata menguping bertanya pd Sharifudin, apa benar Sharifudin sdah membicarakannya dngan Jalal? Sharifudin menepuk pundak Adham “ sama sekali tidak Adham”
Adham bertanya, lalu mengapa Sharifudin berkata bgtu td, apa yg akan terjadi nanti? Sharifudin menjawab Adham akan mengetahuinya nanti dii hari pernikahan. Adham dan Sharifudin saling menepuk lengan dengan gembira.
Pratap dan Bagwandas sedang bermain chaufer disaksikan para raja Bangsa Rajput. Bagwandas memuji kemampuan Pratap dlm bermain. Pratap menjawab “ baik semua permainan atau perang, aku tak akan biarkan musuhku bangkit di depan ku”


Pengawal mengumumkan kedatangan Jalal, semua orang berdiri kecuali Pratap. Jalal tersenyum dingin melihat Pratap. Raja Bharmal mempersilahkan Jalal bergabung, ia menjelaskan sebelum perayaan di mulai, mereka ingin bermain chaufer. Jalal menjawab jk itu adalah permainan yg menarik , bhkan ia pun tertarik untuk ikut bermain, Jalal lalu duduk. Pratap berkata jk ia sudah mengalahkan baagwandas, raja2 Bangsa Rajput memuji kemampuan Pratap bermain. salah seorang Bangsa Rajput berbisik dngan temannya, ia berkata jika ini adalah kesempatan yg bgus untuk mempermalukan Jalal, Pratap pasti bs mengalahkan Jalal dllm permainan. ia lngsung meminta bharmal untuk menyuruh menantunya berrmain melawan Pratap, sebab sejauh ini blum ada yg bs mengalahkan Pratap. bharmal menolak, dngan gugup ia berkata jk sudah waktu nya menghadiri upacara pernikahan, namun Jalal berkata ia siap bermain.