ruqaiya menemui jalal d kamarnya. jalal menyuruh ruqaiya masuk. ia sudah tahu walau pun marah, ruqaiya akan tetap datang menemuinya untuk bertanya. ruqaiya kemudian bertanya :’ jalal, kenapa kau memainkan permainan ini? pertama kau berkata tidak tidur dngan ratu jodha, lalu kau bilang kau tidur dngan nya. awalnya kau merragukan bayi itu, lalu kau menerima nya. kenapa kau memainkan permainan jahat seperti itu?”
jalal berkata, bukan kah ruqaiya pernah blng ia sudah tdak mempercayai nya sbgai teman, namun percaya pd tindakan raja. maka itulah yg harus dia lakukan, percayalah pd tindakan sang raja, pd waktu nya nanti ruqaiaya akan tahu kebenarannya.
moti sedang menghibur jodha, salima dtng menemuinya. jodha lalu mengusap air matanya. salima meminta agar moti meninggalkan mereka berdua. salima lalu menyuruh pelayan yg datang bersamanya untuk meletakkan gelas di meja. setelah mereka duduk, dngan lembut salima berkata :” jangan tahan air mata mu, menangislah jk kau mau. itu akan membuat mu merasa lebih baik. boleh aku Tanya sesuatu? apa kau percaya pd ku ratu jodha? ”
jodha menjawab :” apa maksudmu? aku sangat percaya pd mu ratu salima,”
salima lalu berkata :” kalau bgtu dngarkan aku baik2 aku bs mengerti apa yg sedang kau rasakan, aku bs memahami isi pikiran mu. aku sungguh mencemaskan mu jodha. lupakan sja semuanya. lihat, lihat apa yg kubuatkan untukmu. ini adalah jus sirup mawar, cobalah dan katakan bgaimana rasanya”
jodha :” terima kasih atas perhatianmu. tp aku sedang tidak ingin meminum apapun, ratu salima.”
dalam hati salima berkata :’ kau harus meminum nya ratu jodha, sebab aku sudah mencampurkan ramuan yg akan membukti kan kau tdak hamil’
salima berkata pd jodha jk jodha tidak mau meminumnya, maka ia akan merasa kalau jodha marah pd nya jg. salima trus merayu agar jodha mau meminum jus yg ia bawakan. salima menyerahkan gelas jus pd jodha. setelah jodha meminumnya, salima lalu pamit pergi.
di kamar nya sendiri, salima sedang berfikir siapa yg ingin membuat masalah antara jodha dan kaisar.
rahim datang menyuruh salima meminum obat yg dia bawa. sebab salima tidak enak badan sejak kemarin. salima menerima gelas yg di sodorkan rahim, ia tertawa melihat gelas nya kosong :” di mana obatnya? ini kosong bukan? oh.. kau berpura2 bukan” salima mencubit gemas pipi rahim.
rahim berkata :” aku bukan tabib sungguhan kan? aku hanya main2
ruqaiya masuk k kamar salima, ia menyentuh kepala rahim dan bertanya mengapa rahim memberi ibu nya obat? rahim menjawab ibu nya sedang sakit,ia merasa mual2 . ruqaiya terkejut mendengarnya, salima menyuruh rahim bermain di luar. salima mempersilahkan ruqaiya untuk duduk.
ruqaiya berkata :” sepertinya semua orang sedang sakit akhir2 ini, seperti jodha, lalu kau “
salima menjawab :” yg kau pikirkan tidaklah benar”
ruqaiya :” kau pasti sudah dengar apa yg di katakan orang tentang ratu jodha”
salima :’ lupakan omongan orang ratu ruqaiya. orang2 cenderung melebih2kan”
ruqaiya menjawab tajam :” aku tidak mengkhawatirkan orang2 tapi kebiasaan raja. aku tdak mengerti mengapa raja mengubah kebiasaanya, kenapa dia membicarakn masalah penting dngan mu, bkan dngan ku?” melihat salima terdiam, ruqaiya berkata :” aku tidak akan memaksa mu mengatakn apa pun jk raja telah melarang mu” salima menjawab :’ kau jg adalah istri aja dan jg merupakan istri kepala. kau tahu posisi mu di harem dan untuk raja”
dengan angkuh ruqaiya berkata :” tak ada yg kenal Yang Mulia sebaik aku, itulah sebab nya aku tdak merasa bersalah. sampai kapan raja akan mentolerir ratu jodha?”
salima :” aku ingin mengatkan sekali lg pd mu ratu ruqaiya, orang2 suka menyebarkan rumor. mungkin saja ada yg ingin menjauhkan raja dengan ratu jodha”
ruqaiya tertawa mendengarnya :” apa? ratu salima, mereka tidak pernah dekat. lagipula, setelah apa yg di katakan raja padaku, aku yakin jodha memiliki hubungan gelap dngan..”
salima menghentikan ucapan ruqaiya :” maafkan aku, ratu ruqaiya. kau adalah kepala para istri. kau harus melindungi reputasi keluarga raja babur (raja babur adalah mendiang kakek nya jalal yg merupakan pendiri dinasti mughal) . ratu jodha merupakan anggota keluarga kerrajaan, kau seharusnya menghilangkan rumor seperti itu dr jodha”
ruqaiya berkata “rumor sudah menyebar, sebentar lg rumor tsb akan sampai ke telinga raktyat. bhkan pintu tertutup tdak bs mencegah rumor. coba pikir, saat rakyat kita mendengar ini, mereka akan bertanya2 brpa banyak orang yg akan kau dan raja hentikan? belakangan ini jalal sering meminta pendapatmu. mungkin saja dia jg akan meminta pendapatmu tentang hal ini”
setelah ruqaiya perrgi, salima berkata :” apapun yg ratu ruqaiya katakan, aku yakin jk ratu jodha masih suci dan akan terrbukti suatu saat nanti”
jalal berdiri di depan timbangan. ia sedang berfikir “masalah ini sudah berlangsung lama, aku tak bs tunggu lbih lama lg, aku harus segera pecahkan masalah ini”
jodha datang dngan wajah marah, :” jangan khawatir, aku datang ke sini bkan untuk mengutukmu krna telah merampas kehormatan ku. karena kalau kau bs ucapkan hal semacam itu pd ibu mu, kau takkan bs tunjukkan rasa hormat padaku. kau tidak peduli dngan reputasi dan menuduhku d dpan smua orang. orang macam apa kau ini, raja? pertama kau manfaatkan situasi saat aku pingsan. kau berhubungan intim dngan ku di luar kehendakku. lalu kau menuduh ku tidak suci, kau ragu kalau orang lain adalah ayah dr bayi ini. aku sangat membenci mu”
setelah jodha perrgi, jalal mengeluarkan cincin kawin jodha dan menjatuhkannya di timbangan, timbangan menjadi turun. Ia lalu melepas cincin kawinnya sendiri dan meletakkan di sisi timbangan satu nya, sehingga kedua timbangan menjadi seimbang.
jalal berkata sendiri :’ aku terpaksa melakukan ini untuk menyelamatkanmu dr kebencian semua orang. aku terpaksa berbohong didepan orang untuk pertama kali nya. wajar saja kau membenci ku, aku terima itu”
jalal melihat kedua cincin yg ada di atas timbangan, ia tersenyum sedih.