Ji Yoon duduk disamping Seok Joo dan berpose tak jelas. Dia ingin menarik perhatian Seok Joo namun Seok Joo tak memandangnya sedikitpun. Dia tak mau menyerah begitu saja, akhirnya dia meminta Seok Joo mengambilkan wine didepannya. Dia menuangkan wine nya dan meminta Seok Joo meminumnya. Seok Joo menolaknya dan beranjak dari tempat duduk. Ji Yoon dengan sengaja menumpahkan wine yang dipegangnya ke celana Seok Joo agar bisa membuat Seok Joo pergi.
Miri mengintip dari ruangannya. Pelayan lewat didepannya dan dihentikan oleh Miri. Dia memasukkan pil kedalam segelas minuman dan meminta pelayan tersebut untuk mememberikannya kepada Ji Yoon supaya diberikan kepada Seok Joo.
Pelayan menghampiri Ji Yoon yang sedang mengelap celana Seok Joo dan memberikan minuman itu kepadanya dan memberitahukan itu dari Miri. Ji Yoon yang tak mengerti maksud Miri, langsung menenggak minuman tersebut hingga habis.
Ji Yoon langsung merasa pusing dan memegangi Seok Joo yang akan pergi. Dan kejadian itu dilihat oleh Ji Won. Dia mendudukkan Seok Joo dan akan roboh di pelukan Seok Joo. Seok Joo terus berusaha untuk menghindar dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi tidak dengan Ji Yoon.
Seok Joo berdiri dan langsung dirangkul Ji Yoon yang sempoyongan serta diseretnya keluar dengan alasan bahwa dia akan mencuci pakaiannya. Seok Joo tak mampu berbuat apa-apa selain mengikutinya dan meminta maaf kepada tamu udangan yang lain.
@@@
CEO Cha memperhatikan foto Lee Sun Hee sambil mendengarkan penjelasan dari Leader Kang. Lee Sun Hee adalah seorang jaksa yang sangat kompeten dan akan menangani kasus pemerkosaan, dan dialah lawannya dalam persidangan kali ini.
@@@
Entah bagaimana caranya, Ji Yoon sudah terbangun dikamarnya dengan kondisi yang acak-acakan. Dia terbangun karena ada pesan dari Miri yang mengirimkan fotonya bersama suaminya. Kemudian dia menutup matanya kembali.
Dia kembali terbangun saat mendengar suara gaduh dirumahnya. Dengan takut-takut dia bangun dan memeriksanya. Dia terkejut saat melihat ada seorang pria dirumahnya, dan tak lain tak bukan dia adalah Kim Seok Joo.
Dia melihat pakaiannya yang terlalu terbuka. Dia langsung mengambil pakaian didekatnya untuk menutupi dadanya. Dia menuntut penjelasan dari Seok Joo, bahkan sampai mendekati Seok Joo yang ke kamar mandi. Seok Joo mengatakan bahwa Ji Yoon dengan kuat mengundangnya kerumahnya. Dia langsung tergagap saat mengingat kejadian di pesta yang roboh ke pelukan Seok Joo bahkan merangkul Seok Joo keluar.
Ji Yoon tak percaya kalau dia menginginkan Seok Joo tapi Seok Joo menolaknya. Kemudian dia teringat saat dia merangkul dan terus menyeret Seok Joo. Dia menghentikan Taksi dan memaksa Seok Joo untuk ikut bersamanya.
Ji Yoon terus berusaha membela diri. Dia mengatakan bahwa dia melakukan itu atas permintaan Miri. Tapi Seok Joo sudah mengetahuinya saat Miri melihatnya, dia mengirim Ji Yoon untuk membuatnya keluar dari pesta itu. Seok Joo tak habis fikir mengapa dia mengirim Ji Yoo yang tidak cantik sama sekali. *lol*
Ji Yoon tak mau menyerah begitu saja. Dia menghardik Seok Joo dengan menyebutkan pasal-pasal hukum. *Oenni,,, tak tahukah kau kalau Seok Joo oppa adalah pengacara?*
Dia menghalangi jalan Seok Joo yang akan berangkat bekerja. Dia meminta Seok Joo menuliskan nama dan nomer telphonenya. Dia juga memberikan nama dan nomor telphonnya dan tak lupa memperingatkan Seok Joo.
Ji Yoon kemudian memeriksa rekaman CCTV didepan rumahnya. Dia mengatakan pada Miri yang ditelfonnya bahwa Seok Joo tidaklah manis tapi arogan.
Matanya langsung terbelalak saat melihat bahwa dialah yang menarik paksa Seok Joo untuk masuk kedalam rumahnya.
Seok Joo tiba dikantor. Dia berpapasan dengan karyawannya yang memberitahukan perkembangan penyelidikan. *Aku masih belum tahu siapa orang ini*
Malam pun tiba. Semua lampu dikantor mati. Tapi masih ada satu orang tertinggal disana, Seok Joo. Seok Joo merebahkan tubuhnya di sofa dan menutup matanya.
Pagi telah tiba. Ji Yoon memasuki sebuah perusahaan dengan gembira. Dia langsung berlari ikut menunggu lift terbuka.
Park Sang Tae memberi pengarahan dengan lucunya kepada semua pegawai magang termasuk Ji Yoon. Mereka tak bersemangat mendengar penuturannya tapi tetap mematuhinya.
Seok Joo menemui kakaknya disebuah Cafe. Dia menyarankan kepada kakaknya bahwa tak seharusnya dia pergi dan berpisah dengan suaminya. Raut wajah Seok Joo langsung berubah saat kakaknya menanyakan apakah Seok Joo tidak mau menemui pamannya yang sedang di rumah sakit. Seok Joo kemudian pamit pergi karena ada rapat. Kakaknya mengingatkannya jangan sampai terlambat saat peringatakan meninggalnya Ibu mereka minggu depan.
Komentar:
Aku sedikit kebingungan saat menuliskan nama mereka yang mempunyai marga sama. Dan juga karena ini adalah episode awal, jadi aku harus benar-benar jeli dalam mengenali tokoh dan peran yang mereka mainkan. Sebelumnya aku minta maaf ya readers, mungkin dalam penulisanku salah menyebutkan nama mereka.
Bagaimana kelanjutan asmara Ji Yoon dan Ji Won, akankah berlanjut? Atau apakah akan ada cinta segitiga dalam drama ini? Apa yang menyebabkan Miri ketakutan saat melihat Seok Joo? Ada hubungan apa mereka dimasa lalu?