keesokan harinya, maham berjalan bersama javeda. javeda bertanya :” ada apa ibu? kau kelihatannya senang sekali. aku tak perrnah melihat mu sesenang ini, aku jadi ingin melukis diri mu. siapapun pasti mau membeli lukisan dengan wajah bahagia mu”
maham :’ berhenti bicara, jalanlah lebih cepat. kita punya banyak tugas “
javeda :” baik ibu”
maham dan javeda terus berjalan, merreka sampai di halaman istana. maham melihat ada banyak orang, maham bertanya :” ada apa ini”
seorang pria menjawab :” salam, nyonya. munim khan telah mengirim kekayaan abu mali dan wanita dr harem di Kabul, kami sedang mencatatnya” javeda sedang mencoba perhiasan yg di sana, maham berkata pd pria td :” kirim semua ini pda ratu ruqaiya. dia yg akan memutuskan mana yg akan di simpan dan mana yg akan di bagikan. beberapa pelayan abu malli akan bekerja di harem, sisanya bekerja di tempat lain. dan aku akan..” maham berhenti bicara saat melihat kurungan besar yg di kerudungi kain warna pink, maham bertanya :” apa ini? ini seperti kurungan, tapi tidak mungkin ada burung di dalam nya. ini terlalu besar untuk burung, untuk apa kurungan ini? ” suara permpuan menyahut :’ kau boleh anggap ini sebgai burung” maham menatap ke bawah, seorang perempuan pendek yg berrbicara, perempuan itu terus berbicara :” cantik seperrti burung, dan sangat unik. dia memiliki banyak kelebihan”
maham :” benarkah?” perempuan pendek mengangguk, maham bertanya :” apa kelebihannya?”
perempuan pendek :” jika pria mellihatnya, mereka tidak akan bisa memalingkan wajah mereka. bahkan ekspresi wajah mereka akan berubah.”
maham tidak percaya, :” benarkah?”
perempuan pendek terus memuji-muji isi dalam kurungan :’ percayalah padaku, dia memiliki kualitas yg unik. jika di lihat dari depan, orang-orang akan kehilangan kendali.’ maham lalu menyuruh seorang prajurit untuk melihat isi nya, maham bertanya siapa namanya. namun perempuan pendek menghentikannya, sebab menurutnya, stelah melihat isinya, si prajurit bahkan tidak akan bs mengingat namanya sendiri saking takjub nya. benar saja, seelah melongok ke dalam kurungan, prajurit terjatuh karena shock, saat di Tanya namanya ia terbata-bata tidak bisa menjawab.
perempuan pendek :’ kau lihat itu nyonya?”
maham :’ aku lihat. menurutku, jalal akan suka hadiah dari ku ini.” perempuan pendek tersenyum senang. javeda yg sedari tadi menyaksikan, ikut tertarik akan isinya, ia berkata :” tidak ibu, simpan saja untuk suami ku, adham. “
maham kesal, ia menarik javeda mendekat lalu berbisik:’ kau selalu saja berbicara ngawur. kalau kau bicara ngawur lagi, aku akan mengurungmu selamanya.” javeda menggeleng ketakutan.
maham memarahi javeda :’ bisakah kau berfikir dulu sebelum berbicara? “
maham mengelus penutup kurungan, pada pria tukang catat ia berrkata :” dengarkan aku, kirim kurungan ini ke kamarku”
si pria menjawab :” baik nyonya”
maham lalu pergi dari situ.
di ruang sidang dewan , athgah melapor :’ yang mulia, sesuai perintah anda, peraturan baru telah di umumkan ke seluruh kerrajaan. kami sudah umumkan kalau hukum ini harus di patuhi” maham melihat jalal tidak konsentrasi mendengarkan,
athgah bertanya :” yang mulia, apa perintah anda selanjutnya?
jalal diam saja, dalam hati maham :’ semua orang kaget melihatnya. tapi aku tidak. aku tahu mengapa jalal tidak bs focus pada sidang ini.’
jalal berdiri, ia meninggalkan ruang sidang begitu saja dengan wajah kusut. maham mengikuti, ia memanggil :” jalal” jalal berhenti menunggu maham.
maham :” ada apa jalal? mengapa kau meninggalkan sidang tanpa bicara apapun?” maham menyentuh wajah jalal, ia pura-pura khawatir “ kau tidak apa-apa? kemarin kau sangat bahagia, apa yg terjadi hari ini?”
jalal :” apapun yg membuatkku bahagia kemarin, sekarang aku marah karena hal yg sama”
maham :” kau marah pada ratu jodha? ada apa?”
jalal :’ aku sedang tidak ingin membicarakannya. aku hanya ingin pergi dari sini dan berbicara dengan ratu ruqaiya.” jalal langsung pergi. maham menatap kepergian jalal, ia berkata :” apa yg ingin jalal bicarakan dengan ratu ruqaiya? “
di kamarnya, jodha sedang duduk di depan patung Khrisna :’ apa yg sudah aku lakukan semalan, Khana? aku telah melakukan kesalahan besar. aku harus menemui raja dan meminta maaf padanya.
aku pasti menulis sesuatu di surat itu yg membuat dia semalam berubah. tapi aku ingat dengan jelas, kalau aku tidak menulis apapun di surat itu yg bisa membuat dia bersikap seperrti itu. lalu apa masalahnya?”
jodha kebingungan, ia keluar dari kamarnya. namun maham memanggilnya :” ratu jodha”
maham sampai di depan jodha :” salam” jodha mengangguk, maham berrtanya :” boleh aku tahu kau mau kemana di pagi hari begini?”
jodha menjawab ketus :” aku rasa aku berhak untuk tidak menjawab pertanyaan mu.” maham berhenti tersenyum. jodha lalu berkata :’ tapi akuk akan menjawab mu, aku mau menemui raja. aku harus katakan sesuatu padanya” jodha berjalan melewati maham.
maham :’ itu tidak bisa,” jodha berhenti melangkah. maham menghadang jodha :’ kau tidak bs menemui nya sekarang. tapi aku bisa membantu mu, misalnya jika kau ingin tahu kondisi raja sekarang, aku bisa memberitahu mu kalau raja seperrti tidak focus, tapi bahagia.”
jodha terkejut :” apa? dia bahagia?”
maham :” benar, dia telihat lebih bahagia di banding sebelumnya. maaf, sebgai perdana meneteri aku menyarankan agar kau tidak mengganggu kewajiban raja, aku permisi dulu”