Jalal berkata :” Ratu Jodha, selama ini kau selalu bertanya padaku. hari ini, aku yg ingin bertanya pada mu. Mengapa kau memaafkan Bhaksi Bano? aku dan ibu marah pada nya, semua pejabat menganggap dia telah bersalah. meski bgitu kau tetap memaafkannya. mengapa?”
Jodha menjawab :” jawaban itu ada di pertanyaan mu. apa yg membuat mu bahagia? menghukum atau memaafkannya?” [https://www.facebook.com/akdhalover]
Jalal bingung, :” jawaban itu tidak ada di pertanyaan ku.”
jodha menjelaskan :” Yang Mulia, penderitaan di bayar dngan penderitaan itu bukan peraturan. entah kau memahaminya atau tidak, tapi Bhaksi Bano sangat mencintai suami nya. cinta membuat dia melakukan sesuatu yg tdak biasa di lakukannya. jk seseorang jatuh cinta, ia akan melakukan apa pun keinginan kekasih nya. Dia tdak bs membedakan benar salah, itulah yg terjadi ps Bhaksi Bano. saat aku menemuinya, aku bersimpati padanya. namun aku jg cemburu pada nya. aku mungkin tidak akan sanggup melakukan itu. kehilangan seseorang krna cinta, itu sulit bagi ku. bagaimana kau menghukum orang yg bukan pelakunya? pelakunya adalah ipar mu. dia memanfaatkan bhaksi dan membelot menentang mu. Bhaksi bano hanya bonekanya. itulah alasan ku memaafkannya. lagipula, dia sudah sangat menderita. dia menerima 2 hukuman. pertama, dia tdak bersama suaminya. dan yg kedua, kakak yg sangat menyayangi dirinya sudah tidak menganggap nya sbgai adik”
Jalal berkata :” Ratu Jodha, keadilan tidak memandang jk apakah dia kerabatmu atau bukan. meski dia adikku, aku tidak ingin keputusan mu terpengaruh karena diri ku”
jodha menjawab :” dia jg kerabat ku, dia adik ipar ku. aku jg terluka krna perbuatannya. jika aku bs memaafkannya, mengapa kau tidak bisa? kumohon, maafkanlah dia”
jalal memalingkan wajahnya :” aku tidak bisa. aku tidak mempunyai hati. sdah menjadi tugas seorang raja untuk bersikap adil. aku menghukumnya dengan memutuskan hubungan”
Jodha menjawab, :” jika sebuah ucapan bs memutus hubungan, kita pasti sudah berpisah sekarang. jika hubungan kita belum terputus, mengapa hubungan darah bs terputus?”
jodha melihat mata jalal berlinang, ia berkata :” air mata mu menandakan kalau kau menyayangi nya” air mata jalal menetes. jodha meneruskan :” dan kasih sayang ini takkan bisa memutus sebuah ikatan” jalal pergi dari sana.
Jodha menatap kepergian jalal, ia berkata pelan :” kau bohong Yang Mulia. Kau bohong kalau kau orang yg kejam. kau takkan menangis jk kau tidak punya hati”
hamida mengumpulkan para wanita: Maham, Salima, Jiji Anga dan Gulbadan. setelah mereka duduk, hamida berkata :” hari ini dalam persidangan, jalal meminta Ratu Jodha untuk membuat keputusan. aku tidak ingin ada yg membahas masalah ini di istana” pada maham, hamida berkata :” maham anga, aku ingin kau yg bertanggung jawab” [https://www.facebook.com/akdhalover]
maham menjawab :” baik yang Mulia, aku bs bertanggung jawab. tapi bgaimana aku bs menghentikan rakyat membahas hal ini? rakyat mengharapkan pewaris kerajaan. saat mereka tahu Ratu Jodha tidak hamil, mereka akan kecewa. dan akan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan raja dan ratu Jodha”
hamida berkata :” aku tahu kau khawatir. kita tak bs menghentikan warga membahas soal ini”
jalal yg baru datang mendengar ucapan hamida. jalal berkata :” kita tetap bs melakukannya”
semua orang kaget melihat kedatangan jalal, mereka berdiri dan memberri salam. jalal melangkah mendekati mereka. jalal berkata pd ibu nya :” Ibu, aku akan menjawab pertanyaan mereka”
maham berkata :” itu tidak mungkin, Jalal.”
jalal berkeras :” aku akan membuat itu terjadi. aku akan membuka kebenaran yg ada seperti yg kulakukan saat persidangan. rakyat harus tahu kalau ada yg berniat jahat pd ratu Jodha”
maham melarang :” tidak! aku tidak mau kau merasa malu di depan rakyat mu. aku tak bs membiarkan ini terjadi” [https://www.facebook.com/akdhalover]
jalal menjawab :’ kenapa aku harus malu? apakah aku melakukan kesalahan? aku telah menjaga keselamatan seseorang dr sebuah kejahatan. rakyat, kerajaan, dinasti semua milikku. aku telah berjuang demi kesejahteraan mereka. dan aku tahu, akyat ada yg simpati padaku, ada pula yg menghina ku. tai aku tak ingin rumor tentang ratu jodha menyebar” jalal meninggalkan ruangan hamida. semua orang terharu mendengar ucapan jalal, hamida mengusap air mata di pipi nya.


para pelayan dan rakyat telah berkumpul di bawah. para penghuni istana mendampingi jalal di balkon. rakyat meneriakan nama jalal, jalal memberi isyarat agar mereka diam. dengan lantang jalal berkata :” Aku sangat beruntung memiliki kerajaan yg baik. Aku bersyukur pada Tuhan karna telah memberiku anugrah. dengan bangga aku katakan bukan saja memimpin kerajaan ini, tapi aku jg memimpin hati kalian. aku merasa tersanjung kalian telah menerima ku sbgai raja kalian. aku melakukan apa pun demi kesejahteraan kalian. aku menjalankan tugas ku sbgai raja dngan tulus. tapi hari ini aku menyesal. aku tidak bs memenuhi harapan kalian. aku tak bs memberikan kalian pewaris tahta kerajaan”
semua sunyi, mereka tersentuh dngan penakuan jalal. dalam hati maham :” aku tak pernah melihat jalal semalu ini, aku takkan perrnah memaafkan mu Bhaksi Bano”
jalal berkaca2, ia menerruskan ucapannya:” Raja tidak memutuskan hidup dan mati, itu Tuhan yg memutuskan. aku tidak tahu apa yg akan terjadi di masa depan. tapi aku tahu kewajibannku sbgai seorang raja. sudah menjadi tugas ku untuk jujur pd rakyat ku. itulah sebab nya kalian di panggil ke sini. pewaris tahta kerajaan mughal belum datang. tak ada satu pun dr ratu ku yg hamil. kerajaan mughal masih harus menunggu pewaris tahtanya. dan aku tahu, setelah mendengar kabar ini, banyak rakyat yg akan kecewa. dan aku yakin para musih ku akan gembira mendengar kabar ini. tapi aku belum menyerah, apakah itu penting aku tidak menjadi seorang ayah? seorang raja tidak boleh sepertti anak kecil. bagi raja, rakyatnya sudah di anggap seperti anak sendiri. kalian semua sudah seperti anakku sendiri. kalian semua bagaikan pewaris ku. kalian datang kesini saat kupanggil, bagaimana aku tak menganggap kalian seperti anakku? aku tidak kecewa tidak menjadi seorang ayah, jika aku tidak kecewa, maka kalian jg tidak boleh bersedih” jodha menangis haru mendengar ucapan jalal
semua rakyat menyerukan :” hidup Raja Jallaludin Muhammad’