Prajurit mengumumkan kedatangan Raja dan Ratu Jodha, semua orang berdiri memberi salam ketika mereka memasuki ruangan. jalal dan jodha kemudian duduk berdampingan. ulama mendoakan mereka :” semoga kalian selalu bersama dan semoga Tuhan selalu memberi anugrah” semua orang mengucap :” Amin”
Seorang wanita maju memberi hadiah, ia mengucapkan selamat. Ia berkata jk Awalnya ia mengira mereka tidak cocok, namun kini ia bs melihat jelas cinta raja untuk ratu. jalal tersenyum.
hoshiyar berdiri di belakang rukaiya. hoshiyar bertanya apakah ruqaiya baik2 saja? dengan raut wajah sedih, ruqaiya menjawab :” aku tak tahu apakah ini air mata penderitaan atau air mata kebahagiaan. aku selalu menyesal krna tdak dpat memberi keturunan pd raja. Tapi aku turut bahagia, dengan Ratu Jodha, Yang Mulia mendapat kebahagiaan”
Satu per satu para Ratu maju memberi berkat dan hadiah, di mulai dr Ratu hamida, bibi gulbadan, jiji anga, dan Bhaksi bano .
jalal melihat pd Salima, Salima hanya menggeleng. ketika melihat ke Atghah, ia jg menggeleng. tidak ada 1 pun dr pr wanita tersebut memakai gelang hijau.
tiba giliran Ruqaiya, ia memberi salam pd jodha dan jalal. Ruqaiya berkata :” ini adalah upacara ratu Jodha, silakan minumlah air kunyit ini” ruqaiya hendak mencicipi sblum memberikan pd jodha, namun jodha melarang sebab ia percaya pd ruqaiya, ia tahu ruqaiya akan menganggap anaknya seperti anak sendiri. ruqaiya tersenyum, ia memberikan gelas pd jodha. jodha pun meminum nya. dalam hati ruqaiya :” aku tak mengerti apa yg kudengar tentang diri mu itu benar, atau seperti yg ku lihat sendiri?” jodha menyerahkan gelas pd pelayan, ruqaiya lalu pamit.
ulama menyuruh jodha dan jalal berdiri di bawah alas suci, ulama meminta Ruqaiya yg memgang ujung satu nya. ruqaiya tampak sedih. jodha dan jalal muka nya datar. ini adalah perayaan, namun mereka tdak bergembira. setelah ulama selesai membacakan doa, ruqaiya berlalu, jalal melihat tampang sedih ruqaiya.
ruqaiya sedang berdiri di luar, ia menangis. jalal mendatanginya. jalal menyentuh pundak ruqaiya. dengan sedih ruqaiya berkata :” ini adalah salah ku. aku seharusnya memberi mu keturunan yg pertama. tp ternyata aku tidak bisa” Ruqaiya menghapus air matanya dan menghadap ke arah jalal, ia berkata :” tapi aku akan mendoakan anak pertama mu. selamat” ruqaiya sesenggukan. jalal ingin menghiburnya, namun ruqaiya menolak. :’ tidak, Jalal. kau pergilah. kau harus merayakannya sekarang. pergilah” ruqaiya kemudian bergegas pergi.
jalal sudah duduk di samping jodha lg. salima maju memberikan hadiahnya, salima melihat wajah marah dan tidak berdaya nya jalal. dalam hati, salima berrkata :” sebgai seorang raja, apa yang kau lakukan demi rakyat, tak ada yg bs melakukannya seperti anda, Yang Mulia. orang lain mungkin tidak tahu, meski impian anda hancur, anda berjuang demi mencari kebenaran. kemampuan anda membedakan anda dngan raja yg lainnya”
dalam hati jalal :” hari ini aku harus mencari tahu siapa orang yg telah menjebak jodha”
dalam hati Salima :” siapa dia? jk dia tinggal di istana ini, dia pasti hadir dalam upacara ini” ssalima kaget melihat pelayan yg sedang membawa nampan minuman, di pegelangannya terlihat ada gelang bewarna hijau. jalal jg melihatnya. jalal melihat salima yg mengangguk.
jalal kemudian memanggil pengawal, ia menyuruh memanggil pelayan tdi. jodha yg mendengarnya jd salah paham,:” kau selalu memastikan diri mendapat semua yg kau suka. seperti itu diri mu bukan? kau perlakukan dia seenaknya, karena kau seorang raja”
jalal menjawab :” Ratu Jodha, aku membutuhkan dia krna ada sesuatu”
jodha :” seperti hal nya kau membutuhkan ku?”
jalal menatap jodha, ia jd tidak sabar. jalal berrkata :” aku tak akan menjelaskan nya pda mu” jalal lalu pergi dr sana.
jalal sudah ada di sebuah ruangan bersama pelayan td, jalal menyuruh para penjaga pergi. kepada pelayan, jalal bertanya :” aku melihat gelang di tangan mu, di mana gelang suci itu?”
pelayan menundukkan wajah, lalu menjawab :” maaf Yang Mulia, akku tidak memakai benang suci, anda bs melihatnya sendiri’’ Pelayan menunjukkan kedua pergelangan tangannya.
jalal berkata :” jika kau bohong, aku akan memenggal kepala mu. dimana benang itu?”
pelayan :” Yang Mulia, aku hanya pelayan. gelang mewah ini bukan milikku”
jalal :” lalu milik siapa?”
pelayan :” ini milik Putri Bhaksi Bano”
jalal terkejut mendengar jawaban pelayan. pelayan melanjutkan ucapannya :” aku membantu meriasnya. dia senang dngan hasilnya. lalu putri bhaksi bano memberikan gelang ini sbgai hadiah padaku, yang Mulia”
jalal meminta gelang nya, ia berkata :” sampaikan pesan pd Bhaksi Bano aku ingin bertemu dengannya”